Lewati ke konten utama

Pembelajaran Nahwu — Pertemuan 2

K-BAR 02: Mengenal Tanda Isim

Tim Istiqoomah 24 Februari 2026
bahasa arabbelajaral muyassar

K-BAR 02: Mengenal Tanda Isim

Pengajar: Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal
Kelas: Bahasa Arab Rumaysho — Angkatan Ketiga, Pertemuan Kedua


1. Review Pertemuan Sebelumnya (Halaman 2–3)

Pada pertemuan sebelumnya telah dibahas:

  • Al-Harfu (Huruf): Terbagi menjadi dua:

    • Harfu Mabani — huruf hijaiyah tanpa harokat, berfungsi menyusun kata.
    • Harfu Ma’ani — huruf yang memiliki makna, terutama ketika berada dalam kalimat. (Akan dibahas pada pertemuan selanjutnya.)
  • Al-Kalimah (Kata): Terbagi menjadi tiga jenis:

    1. Ismun (إسم) — Kata benda / nama / kata ganti
    2. Fi’lun (فعل) — Kata kerja
    3. Harfun (حرف) — Huruf / partikel

    Dalam bahasa Arab, tidak ada pembagian keempat. Para ulama telah sepakat bahwa al-kalimah hanya terdiri dari tiga jenis ini.


2. Pengertian Isim (إسم)

Definisi Kaidah:

اَلإِسْمُ: كَلِمَةٌ دَلَّتْ عَلَى مَعْنًى وَلَمْ تُقْتَرَنْ بِزَمَانٍ
”Isim adalah kata yang menunjukkan suatu makna (pada kata itu sendiri) dan tidak terkait dengan waktu.”

Tiga Unsur Pengertian Isim:

NoUnsurPenjelasan
1كَلِمَةٌ (Kata)Isim adalah kata yang memiliki lafadz bermakna
2دَلَّتْ عَلَى مَعْنًى (Menunjukkan makna pada kata itu sendiri)Maknanya langsung dipahami dari kata itu sendiri, tidak perlu menunggu berada dalam kalimat terlebih dahulu
3وَلَمْ تُقْتَرَنْ بِزَمَانٍ (Tidak terkait dengan waktu)Kata tersebut tidak berubah meskipun mengacu pada waktu lampau, sekarang, atau akan datang. Contoh: nama “Joko” tetap “Joko” kapanpun disebut.

Cakupan Isim:

Isim bukan sekadar “kata benda” dalam arti sempit. Yang termasuk isim antara lain:

  • Kata benda → contoh: buku, meja, matahari
  • Nama orang → contoh: Muhammad, Fatimah
  • Nama tempat → contoh: masjid, rumah
  • Profesi → contoh: ustadz (guru), tilmidzun (murid)
  • Nama hewan → contoh: kalbun (anjing), khailun (kuda)
  • Kata ganti (dhomir) → saya, kamu, dia, mereka, kami, kalian
  • Bentuk jamak (plural) → contoh: asyjarun (pohon-pohon)

Contoh-Contoh Isim:

Kata ArabArti
مُحَمَّدٌ (Muhammadun)Muhammad (nama orang)
أُسْتَاذٌ (Ustadzun)Guru / Ustadz
تِلْمِيذٌ (Tilmidzun)Murid
كَلْبٌ (Kalbun)Anjing
خَيْلٌ (Khailun)Kuda
قِطَّةٌ (Qittatun)Kucing
دَفْتَرٌ (Daftarun)Buku tulis
مِرْسَمٌ (Mirsamun)Alat melukis / pensil / kuas
طَبَاشِيرٌ (Thabasyirun)Kapur tulis
شَمْسٌ (Syamsun)Matahari
قَمَرٌ (Qamarun)Bulan
أَشْجَارٌ (Asyjarun)Pohon-pohon (jamak dari شَجَرَةٌ syajarotun)

3. Tanda-Tanda Isim (عَلَامَاتُ الإِسْمِ)

Terdapat 5 tanda isim:


Tanda 1: Al-Khafdh / Kasrah (الخَفْض)

Harokat akhir kata adalah kasrah (ـِ), atau disebut kondisi majrur.

Prinsip: Jika harokat akhir suatu kata adalah kasrah, maka kata itu adalah isim.

Contoh paling masyhur — Bismillahirrohmanirrohim:

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Dalam kalimat ini terdapat 4 isim, yaitu:

  1. اِسْمِ (ismi) — berharokat kasrah di akhir
  2. اللهِ (Allahi) — berharokat kasrah di akhir
  3. الرَّحْمَنِ (ar-Rahmani) — berharokat kasrah di akhir
  4. الرَّحِيمِ (ar-Rahimi) — berharokat kasrah di akhir

Tanda 2: At-Tanwin (التَّنْوِيْن)

Adanya bunyi “nun” di akhir kata (ditandai dengan harokat ganda: ـٌ / ـٍ / ـً).

Prinsip: Jika suatu kata diakhiri dengan tanwin, maka kata itu adalah isim.

Contoh:

KataBunyiHarokat
رَجُلٌ (rojulun)Laki-lakiDhommatain
رَجُلٍ (rojulin)Laki-lakiKasrotain
رَجُلًا (rojulan)Laki-lakiFathatain
اِمْرَأَةٌ (imroatun)PerempuanTanwin
وَلَدٌ (waladun)Anak laki-lakiTanwin
بِنْتٌ (bintun)Anak perempuanTanwin

Catatan: Satu kata isim bisa muncul dalam tiga bentuk tanwin sesuai kedudukannya dalam kalimat.


Tanda 3: Alif Lam / Al (اَلْ)

Kata tersebut didahului oleh alif lam (ال).

Prinsip: Jika ada kata yang diawali dengan “al-”, maka kata itu adalah isim.

Contoh:

Tanpa ALDengan ALArti
أُسْتَاذٌ (ustadzun)اَلأُسْتَاذُ (al-ustadzu)Ustadz / Pak Guru
أُسْتَاذَةٌ (ustadzatun)اَلأُسْتَاذَةُ (al-ustadzatu)Ustadzah / Bu Guru
طَالِبٌ (tholibun)اَلطَّالِبُ (ath-thalibu)Murid

Penting: Ketika suatu kata sudah mendapat alif lam (AL), maka tanwin-nya hilang. Tidak boleh ada tanwin dan AL sekaligus dalam satu kata.

Fungsi AL:

  • Dengan AL = Definitif / Ma’rifah (sudah tertentu/spesifik)
  • Tanpa AL = Indefinitif / Nakiroh (belum tertentu/umum)

Contoh: “fil baiti” (فِي البَيْتِ) = di rumah itu (sudah tertentu); “fi baitin” (فِي بَيْتٍ) = di sebuah rumah (belum tertentu).


Tanda 4: Huruf Jer / Huruf Khafdh (حُرُوفُ الجَرِّ)

Kata tersebut didahului oleh salah satu huruf jer.

Prinsip: Kata sesudah huruf jer pasti isim, dan harokat akhirnya menjadi kasrah (majrur).

Kaidah Penting: Setelah huruf jer, harokat akhir kata yang mengikutinya menjadi kasrah/majrur.

Contoh: المَسْجِدُ (al-masjidu) → فِي المَسْجِدِ (fil masjidi) — kata “masjid” berubah menjadi kasrah karena didahului huruf jer “فِي”.


Daftar 9 Huruf Jer:

NoHuruf JerMaknaFungsiContoh
1مِنْ (min)DariMenunjukkan permulaan (titik awal)خَرَجَ مِنَ البَيْتِ = Dia keluar dari rumah
2إِلَى (ila)Ke / MenujuMenunjukkan tujuan (titik akhir)ذَهَبَ إِلَى المَسْجِدِ = Dia pergi ke masjid
3عَنْ (an)Dari (melampaui)Menunjukkan perantara atau sumber orangعَنِ النَّبِيِّ = Dari Nabi; عَنْ عَائِشَةَ = Dari Aisyah
4عَلَى (ala)Di atasMenunjukkan posisi di atasعَلَى المَكْتَبِ = Di atas meja
5فِي (fi)Di dalamMenunjukkan keterangan tempat (di dalam)فِي البَيْتِ = Di dalam rumah
6رُبَّ (rubba)Sedikit / KadangkalaMenunjukkan jumlah sedikit atau banyak (bergantung konteks)رُبَّ رَجُلٍ كَرِيمٍ = Sedikit sekali orang yang mulia
7بِـ (bi)DenganMenunjukkan alat atau kebersamaanبِالقَلَمِ = Dengan pena; بِالمِرْسَمِ = Dengan pensil/kuas
8كَـ (ka)SepertiMenunjukkan perumpamaan / tasybihكَالأَسَدِ = Seperti singa; كَالقَمَرِ = Seperti bulan
9لِـ (li)Milik / UntukMenunjukkan kepemilikanلِلَّهِ = Milik Allah; لِرَسُولِ اللهِ = Milik Rasulullah

Catatan penting tentang مِنْ vs عَنْ:

  • مِنْ = menunjukkan permulaan dari suatu tempat atau hal, bisa juga dipakai untuk orang.
  • عَنْ = menunjukkan melampaui sesuatu, biasanya dipakai untuk orang (sumber berita/periwayatan).

Tanda 5: An-Nida’ (النِّدَاء) — Tambahan dari sesi tanya jawab

Kata yang jatuh setelah huruf panggilan / seruan (يَا) pasti isim.

Prinsip: Tidak mungkin memanggil kata kerja. Yang dipanggil pasti orang atau benda, dan itu adalah isim.

Contoh:

KalimatArti
يَا مُحَمَّدُWahai Muhammad
يَا أُسْتَاذُWahai Ustadz

Kata yang muncul setelah يَا (ya) selalu isim, karena panggilan selalu ditujukan kepada sesuatu yang merupakan benda atau orang.


4. Ringkasan Lima Tanda Isim

NoTandaKeterangan Singkat
1Kasrah / Khafdh (ـِ)Harokat akhir berupa kasrah (majrur)
2Tanwin (ـٌ / ـٍ / ـً)Ada bunyi nun di akhir kata (harokat ganda)
3Alif Lam (اَلْ)Kata diawali dengan “al-”
4Huruf Jer (مِنْ / إِلَى / عَنْ / عَلَى / فِي / رُبَّ / بِـ / كَـ / لِـ)Kata didahului salah satu dari 9 huruf jer
5Nida’ / Panggilan (يَا)Kata jatuh setelah huruf seruan يَا

5. Analisis Kalimat: Bismillahirrohmanirrohim

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

KataTanda IsimKeterangan
اِسْمِ (ismi)Kasrah + didahului بِـ (huruf jer)Dua tanda: kasrah & huruf jer
اللهِ (Allahi)Kasrah + didahului ismi (mudhof ilaih)Mudhof ilaih (akan dibahas lebih lanjut)
الرَّحْمَنِ (ar-Rahmani)Kasrah + Alif LamDua tanda: kasrah & al-
الرَّحِيمِ (ar-Rahimi)Kasrah + Alif LamDua tanda: kasrah & al-

Kesimpulan: Dalam Bismillahirrohmanirrohim terdapat 4 isim.


6. Contoh Tambahan dari Sesi Tanya Jawab

Analisis kata “بَابُ المَسْجِدِ” (Baabul Masjidi = Pintu Masjid):

  • بَابٌ (babun): Dianalisis dengan tanda isim:

    • Jika dilepas dari “المَسْجِدِ”, menjadi بَابٌ (babun) → ada tanwin → isim
    • Ketika bergabung dengan “المَسْجِدِ”, harokat akhirnya menjadi kasrah (majrur) → isim
  • المَسْجِدِ (al-masjidi):

    • Ada alif lam (اَلْ) → isim
    • Harokat akhir kasrah (majrur) → isim

Pelajaran: Satu kata bisa memiliki lebih dari satu tanda isim sekaligus.


7. Perbedaan Penting: مِنْ vs عَنْ

مِنْ (min)عَنْ (an)
Makna dasarDariDari (melampaui)
Fungsi utamaMenunjukkan permulaan / asalMenunjukkan perantara / sumber
PenggunaanTempat dan orangLebih sering untuk orang (periwayatan)
Contohخَرَجَ مِنَ البَيْتِ (keluar dari rumah)عَنْ عَائِشَةَ (dari Aisyah — periwayatan hadits)

8. Hal-Hal Penting yang Perlu Diingat

  1. Tanwin dan Alif Lam tidak bisa hadir bersamaan dalam satu kata. Jika ada AL, maka tanwin hilang.

  2. Setelah huruf jer, harokatnya menjadi kasrah (majrur) — ini adalah kaidah baku.

    • Contoh: اَلْمَسْجِدُ (al-masjidu) → فِي المَسْجِدِ (fil masjidi)
  3. Isim mencakup lebih luas dari sekadar kata benda — meliputi nama orang, nama tempat, profesi, hewan, kata ganti, dan bentuk jamak.

  4. Isim tidak berubah dengan perubahan waktu — berbeda dengan fi’il (kata kerja) yang terkait dengan waktu lampau, sekarang, dan akan datang.

  5. Rubba (رُبَّ) tidak memiliki alif lam. Jika dipasangi alif lam, rubba tidak berlaku sebagai huruf jer.


9. Materi Selanjutnya

Pada pertemuan berikutnya akan dibahas:

  • Fi’il (فعل) — kata kerja
  • Huruf (حرف) — partikel
  • Jumlah (جملة) — kalimat

Disarankan untuk mempelajari materi fi’il, huruf, dan jumlah terlebih dahulu sebelum pertemuan berikutnya agar lebih mudah mengikuti pelajaran.


10. Penutup & Evaluasi

  • Di akhir pekan (Sabtu-Ahad setelah 5 pertemuan, Senin-Jumat) akan diadakan evaluasi.
  • Evaluasi menggunakan timer, sehingga diperlukan pemahaman yang baik.
  • Jika ada pertanyaan, dapat ditanyakan di grup Telegram masing-masing (Ikhwan / Akhwat), dan admin (yang telah mengikuti angkatan sebelumnya) akan membantu menjawab.

“Semoga Allah memahamkan kita semua dalam bahasa Arab dan menjadikannya jalan untuk memahami ilmu agama.”
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ


Resume disusun berdasarkan transkrip kajian live K-BAR 02 — Kelas Bahasa Arab Rumaysho Angkatan 3